
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Partai Demokrat berang terhadap nyanyian sejumlah saksi di Pengadillan Tipikor yang menyeret nama Cikeas dan keluarga Presiden dalam serangkaian kasus korupsi.
Sikap kesal tersebut tidak dapat ditutup-tutupi saat Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menggelar jumpa pers di ruang Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Jumat (6/12/2013). Nurhayati meminta agar pemberitaan yang menyudutkan Cikeas dan Partai Demokrat dihentikan. "Kami berharap hentikan kebohongan publik. Kami hanya mengingatkan etika jurnalistik," sebut Nurhayati.
Dalam kesempatan tersebut bekas staf Ibu Negara Ani Yudhoyono ini juga mengklarifikasi tentang informasi Bunda Putri yang dikaitkan dengan Presiden SBY. "Yang tahu Bunda Putri, seharusnya yang menyebut Bunda Putri. Bunda Putri mencuat ketika di pengadilan. Yang lebih tahu Bunda Putri ya Jaksa dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Tidak kemudian dikaitkan dengan Cikeas," tegas anggota Komisi I DPR RI ini.
Ia juga membantah bila Bunda Putri merupakan Ibu Pur atau Sylvia Soleha. Menurut dia, Ibu Pur juga bukan kepala rumah tangga Cikeas. Hanya saja, Nurhayati menyebutkan suami Ibu Pur, Purnomo D Rahardjo merupakan teman satu angkatan 1973 di TNI bersama SBY.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhayati menegaskan dalam kasus Hambalang, bailout Century dan SKK Migas sama sekali tidak ada hubungannya dengan Presiden SBY. "Jangan lagi menghubung-hubungkan dengan Cikeas. Cikeas itu seolah berisi SBY. Kami berharap hentikan kebohongan publik itu," tegas Nurhayati.
Dalam kesempatan tersebut Nurhayati tidak menampik akibat pemberitaan negatif seputar Cikeas dan Partai Demokrat berdampak negatif pada hasil survei temuan berbagai lembaga riset politik. "Faktanya elektabilitas kami terus merosot," keluh Nurhayati.
Sebagaimana dimaklumi dalam persidangan kasus Hambalang dan suap SKK Migas, sejumlah saksi di bawah sumpah menyebutkan keterkaitan Cikeas dalam beberapa kasus tersebut.
Seperti kesaksian saat persidangan terdakwa Dedy Kusdinar dalam kasus proyek Hambalang, Selasa (3/12/2013) di Pengadilan Tipikor Jakarta. Mantan Direktur Marketing Permai Grup Mindo Rosalina Manulang menginformasikan tentang keterlibatan pihak Cikeas dalam kasus Hambalang.
Penjelasan Rosa bermula dari keterangannya terkait pihak-pihak yang bermain dalam proyek Hambalang. Menurut dia, terdapat empat kubu dalam proyek tersebut yakni kubu Nazaruddin, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng dan Bu Pur.
Dalam keterangan tersebut, Rosa menyebutkan mulanya Nazaruddin sempat marah karena tidak dapat mengerjakan proyek fisik dalam pembangunan Hambalang. Ia pun meminta Rosa untuk meminta ke bekas Sesmenpora Wafid Muharram untuk minta pengerjaan peralatan di proyek Hambalang. "Setelah saya ketemu Pak Wafid, dia bilang mohon maaf Ibu Pur sudah ke sini. Sudah ke Pak Wafid, peralatan itu Ibu Pur juga pengen," ungkap Rosa.
Rupanya keterangan Rosa terkait Ibu Pur menarik bagi pengacara Deddy Kusdinar Syamsul Huda. Ia menanyakan ke Rosa tentang siapa identitas Ibu Pur. Mendengar pertanyaan siapa Ibu Pur? Rosa menjawab dengan lugas "Dia Kepala Rumah Tangga Cikeas. Lalu saya sampaikan ke Pak Nazar, Pak kata Dia (Wafid) ada Ibu Pur dari cikeas pengen peralatan itu. Pak Nazar kemudian bilang, besoknya sudah kau bereskan mundur aja," jawab Rosa menirukan pernyataan Nazar kala itu. [mdr]
sumber:
inilah