
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Informasi tentang rencana mundurnya Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dari posisisnya menimbulkan pro kontra. Rencana ini ibarat pisau bermata dua, tetap bertahan di kabinet salah, mundur dari kabinet juga salah. Dilema Gita di Kabinet.
Situasi serba salah ini tidak terlepas dari keputusan Gita Wirjawan yang maju sebagai peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat. Ia resmi menjadi salah satu kandidat yang baru diperkenalkan ke publik pada pertengahan September lalu.
Informasi tentang rencana Gita Wirjawan mundur dari kabinet, memang belum meluncur resmi dari Gita Wirjawan. Koordinator Tim Sukses Gita Wirjawan yang juga pengurus DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga tidak menampik tentang rencana tersebut. Menurut Kastorius, keputusan terakhir ada di tangan Presiden SBY sebagai pemegang hak prerogatif dalam urusan pengangkatan dan pemberhentian menteri.
Rencana Gita Wirjawan ini tak ubahnya jawaban terhadap tuntutan dari beberapa kalangan agar pejabat publik yang ikut dalam konvensi Partai Demokrat memilih mundur dari jabatan publiknya. Langkah Dino Pati Djalal yang mengajukan mundur dari jabatannya baik sebagai Duta Besar di Amerika Serikat maupuan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) mendapat apresiasi dari publik.
Rencana Gita Wirjawan ini bukan tanpa soal. Tudingan lari dari tanggungjawab sebagai Menteri Perdagangan tak luput menimpa Gita. Bekas Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid Adhie Massardi menilai rencana Gita mundur dari kabinet menunjukkan sikap yang ambisius untuk maju dalam Pilpres 2014. "Seharusnya kalau peduli sama rakyat dan betul-betul mau menjadi presiden dia tetap menjadi Mendag," sebut Adhie usai diskusi di Jakarta, Minggu (22/9/2013).
Bila skenario Gita Wirjawan mundur dari Menteri Perdagangan memang faktanya segudang masalah di sektor ini menumpuk di meja Gita. Persoalan tata niaga sejumlah komoditas bahan pokok hingga saat ini masih menjadi momok. Sebut saja mulai urusan harga daging sapi, kedelai, hingga menjamurnya gula impor rafinasi yang masuk di masyarakat.
Dalam titik ini, Gita dinilai gagal menyelesaikan persoalan pelik di sektor perdagangan. Tudingan lari dari tanggungjawab sulit ditepis bila Gita benar-benar mundur dari posisi Menteri Perdagangan. Meski ada juga yang mengapresiasi langkah Gita Wirjawan mundur dari jabatannya.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai langkah mundur dari menteri satu sisi menunjukkan sikap Gita yang lebih mementingkan konvensi ketimbang tugas negara. "Meski kami menghargai. Artinya, Gita melihat konvensi suatu proses yang serius. Konvensi bagi kita mengurangi waktu dia untuk bertugas menjadi menteri," sebut Hendrawan.
Kendati demikian, tudingan Gita memanfaatkan jabatannya sebagai Menteri Perdagangan untuk kepentingan konvensi Partai Demokrat juga mencuat. Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti berencana melaporkan Gita ke Komite Konvensi Partai Demokrat ihwal penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan konvensi, Senin (23/9/2013). "Kami akan melaporkan dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kampanye konvensi Gita Wirjawan," sebut Ray. [mdr]
sumber:
inilah