
BERITAGOOGLE.COM, Palembang - Timnas Indonesia U-23 akhirya mampu meraih kemenangan tipis atas Maroko dalam laga perdana Grup B cabang olahraga Sepakbola Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 di stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Kamis malam (19/9/2013).
Bermain imbang di babak pertama, Indonesia berhasil mencetak satu-satunya gol lewat pemain pengganti Fandi Eko Tomo yang masuk di babak kedua.
Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-72, Indonesia terus-terusan digempur Maroko yang memburu gol penyeimbang, namun disiplin dan solidnya barisan belakang Garuda Muda berhasil mengamankan gawang tetap perawan hingga laga usai.
Indonesia untuk sementara memimpin klasmen Grup B dengan raihan tiga poin. Di laga kedua, anak asuh Rahmad Darmawan akan menghadapi Palestina, Selasa (24/9/2013).
Jalannya Pertandingan:
Bermain sama kuat di babak pertama, Maroko langsung menekan sejak peluit babak kedua ditiup.
Serangan cepat Maroko membuat pemain bertahan Indonesia terpaksa bermain keras, walhasil belk Diego Micheils diganjar kartu kuning di menit ke-51 akibat melanggar El Karti Walid.
Satu menit berselang, Maroko membahayakan gawang Kurnia Meiga. Umpan silang El Karti Walid mampu dipotong Meiga, bola jatuh di tengah kotak penalti sayang tak ada pemain Maroko yang berada di area tersebut, bola langsung di buang David Laly.
Terus menyerang, Maroko meninggalkan celah di lini pertahanannya. Hal ini mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Indonesia untuk mencetak gol di menit ke-60.
Bekerja sama dengan Syamsir Alam di sisi kiri pertahanan Maroko, Diego Michiels melepaskan umpan matang ke dalam kotak penalti yang disambut pemain pengganti yang masuk di menit ke-56, Fandi Eko Tomo dengan sebuah sundulan terarah, bola sempat mengenai tubuh kiper Badredin namun bola jatuh masuk ke dalam gawang, 1-0 Indonesia memimpin.
Guna menambah daya serang, Coach RD memasukan Andik Vermansyah menggantikan Syamsir Alam menit ke-62.
Tak ingin tertinggal, Maroko coba membalas lewat percobaan El Karti Walid tiga menit berselang dari gol Indonesia, sayang tendangan El Karti masih jauh dari sasaran.
Dua menit berselang, Maroko kembali memperoleh peluang lewat Al Asbaho Anas, mendapat sodoran pendek Hajmouj Reda di depan kotak 12 pas tendanannya masih melambung tinggi.
Masuknya Andik membawa aroma baru dalam serangan Indonesia. Di menit ke-70, pemain mungil tersebut berhasil mencuri bola dari Saidi Mohamed, dengan kecepatannya Andik merangsek lewat sisi kiri pertahanan Maroko namun pergerakannya masih bisa ditutup dengan baik oleh Al Asbahi Anas.
Memasuki menit ke-72 Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Diego Michiels kena kartu merah usai melanggar keras Qasmi Ayoub. Unggul jumlah pemain, Maroko lebih leluasa melakukan tekanan ke jantung pertahanan Indonesia.
Menit ke-78 Abdelkbir melakukan tusukan dari sisi kanan pertahanan Garuda Muda, sempat mengecoh David Laly, Abdelkbir melepaskan tendangan keras yang masih mengarah tepat di pelukan Miega. Gawang Indonesia masih selamat.
Keluarnya Diego Michiels dimanfaatkan benar-benar oleh pemain Maroko, mereka terus-terusan menggempur lewat sisi kanan yang ditinggal Diego. Al Karti Walid lagi-lagi mengacam gawang Meiga di menit ke-86, mendapat ruang tembak bebas di luar kotak penalti, Walid melepaskan tendangan kaki kanan keras, beruntung bola meleset dari sasaran. Selamatlah gawang Indonesia.
Di sisa waktu yang ada, Maroko terus menggempur pertahanan Indonesia membuat pemain belakang serta kiper Kurnia Meiga berjibaku menyelamatkan gawang. Dan akhirnya hingga peluit panjang berbunyi, Indonesia berhasil mengamanakan kemanangan 1-0 atas Maroko.
Susunan Pemain:
Indonesia U-23: Kurnia Meiga (PG), Alfin Ismail, David Laly, Ramdani Lestalhu, Aldair Makatindu (Fandi Eko Tomo 56'), Dedi Kusnandar, Manahati Lestusen, Diego Michiels, Andri Ibo, Bayu Gatra (Seftia Hadi 74'), Syamsir Alam (Andik Vermansyah 62'). Pelatih: Rahmad Darmawan
Maroko U-23: B. Badredin (PG), Chibi Mohamed, Saidi Mohamed, Al Asbahi Anas, El Jaaouani, E. Abdelkbir, Hajmouj Reda, Qasmi Ayoub, El Karti Walid, Moussadak H., El Ouardy A. Pelatih: Benabich Hasan.
sumber:
inilah