
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) merupakan hajatan rutin yang digelar lima tahun sekali.
Hajatan terbesar ini pun telah berhasil menarik ribuan anak bangsa untuk ikut serta dalam meriahnya pesta demokrasi. Mereka semua berlomba-lomba untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat melalui pelbagai isu yang diangkat serta program yang dirancang.
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Khairul Anam Harisah mengatakan semuanya itu dilakukan demi mendapatkan suara dari konstituennya. Alhasil, masyarakat kadang dibuat bingung dengan penampilan para tokoh-tokoh yang mendadak menjadi peduli dan dekat dengan mereka.
"Entah karena mereka memang benar-benar ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat atau sekadar ikut serta meramaikan pesta demokrasi, wallahu a’lam," kata Khairul, melalui rilisnya, kepada wartawan, Jakarta, Selasa (24/9/2013).
Oleh karena itu, kata Khairul, masyarakat Indonesia harus menjadi pemilih-pemilih yang cerdas dan tidak hanya termanipulasi oleh penampilan sesaat, karena pilihan saat ini akan menentukan nasib Indonesia lima tahun ke depan.
"Masyarakat Indonesia harus memilih calon anggota legislatif dan calon presiden yang memiliki komitmen dan kepedulian yang besar terhadap dunia pendidikan," katanya.
Menurutnya, masyarakat Indonesia harus memilih calon anggota legislatif dan calon presiden yang memiliki komitmen dan kepedulian besar terhadap dunia pesantren dan pendidikan Islam
"Masyarakat Indonesia harus memilih calon anggota legislatif dan calon presiden yang tidak memiliki hubungan atau pernah berafiliasi dan menjadi bagian dari gerakan Islam radikal," tegas Khairul.
"Masyarakat Indonesia harus memilih calon anggota legislatif dan calon presiden yang tidak pernah tersandung masalah korupsi dan berkomitmen untuk siap memberantas korupsi," demikian Khairul. [rok]
sumber:
inilah