
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Joko Widodo atau Jokowi, diprediksi tetap akan diduetkan dengan trah atau pewaris Soekarno. PDIP tidak akan mengambil opsi di luar untuk mendampingi Jokowi.
Pakar komunikasi politik, Efendy Gazali memprediksi, PDIP akan memasangkan pasangan capres dan cawapres dari internal. Untuk itu, PDIP memasang target tinggi di pemilu legislatif (pileg).
"Saya merasa PDIP akan mendapat suara di atas 24 sampai 26 %, kalau tidak terjadi apa-apa dengan Jokowi, dalam arti ada kelemahannya ditemukan dan diekspos media, atau apa yang dilakukan di Solo, atau apa yang dilakukan di Jakarta ternyata belum dianggap sukses betul. Kan waktu masih panjang sekitar 8 bulan," jelas Efendy kepada BERITAGOOGLE.COM, Minggu (15/9/2013).
Dengan prosentase suara seperti itu, Efendy yakin kalau peluang PDIP menjagokan kader internal juga makin tinggi.
Selain itu, Efendy juga percaya bahwa posisi pendamping Jokowi tetap dari keturununan Soekarno atau bung Karno. "Kalau secara umum, PDIP akan dapat 24-26 persen dan mereka bisa mencalonka Mega-Jokowi, atau Jokowi-Puan dan Jokowi-Prananda," jelasnya.
Sejumlah nama muncul untuk mendampingi Jokowi di 2014. Di internal PDIP, muncul nama Puan Maharani, Prananda Prabowo dan Pramono Anung. Sementara dari eksternal partai muncul nama Mahfud MD, Pramono Edhie Wibowo, bahkan Prabowo Subianto. [gus]
sumber:
inilah