
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Konvensi Capres Partai Demokrat yang sudah memasuki tahap pengumuman nama ke publik, mendapat kritikan. Kritikan datang dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang merupakan partai koalisi Demokrat di setgab (sekretariat gabungan).
Ketua DPP PAN Andi Anzhar Cakra Wijaya mengatakan, Demokrat sebagai partai yang menggelar konvensi, tidak percaya diri. Padahal, menurutnya, Demokrat merupakan partai pemenang Pemilu.
"Demokrat yang punya banyak kader tidak 'Pede' alias percaya diri dengan menggelar konvensi capres," sindirnya.
Tak hanya itu, adanya beberapa menteri yang ikut dalam konvensi Capres, dianggapnya sebagai pejabat yang tak becus menjalankan kinerja atau tupoksinya sebagai pembantu Presiden.
"Harusnya, menteri yang jadi peserta konvensi itu lebih fokus terhadap tugas dan tangung jawabnya sebagai pembantu Presiden. Contohnya adalah Menteri Perdagangan Gita Wiryawan," kritik anggota Komisi III DPR RI itu.
Ketidakbecusan Gita, lanjut pria yang juga Wakil Sekretaris Fraksi PAN itu, gagal Gita dalam memberantas mafia kartel kedelai yang menyebabkan langkanya tempe dan tahu belakangan ini.
"Sebagai menteri perdagangan, seharusnya, Gita mengutamakan tugas-tugas pokoknya daripada mengikuti konvensi," tandasnya.
"Saya melihat ia lemah dan nggak becus mengurusi kedelai dan daging yang langka dan mahal untuk rakyat. Prestasi dia saja belum kelihatan, tapi, kok, lebih mengutamakan konvensi daripada mengedepankan kepentingan rakyat," lanjutnya.
Kegagalan tersebut, lanjut Andi, harus menjadi pertimbangan Demokrat dalam menentukan sosok Capres."Jangan sampai, konvensi ini jadi ajang mencari popularitas belaka tanpa menyentuh esensi bangsa," ucap Ketua DPP PAN bidang Pemenangan Pemilu ini.[dit]
sumber:
inilah