
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul gagal dilantik sebagai Ketua Komisi III DPR RI, Selasa (24/9/2013). Komisi III DPR mengembalikan surat Fraksi Partai Demokrat hingga satu pekan ke depan. Penundaan ini tak lain merupakan isyarat Komisi III menolak kepemimpinan Ruhut Sitompul. Ironi Ruhut Sitompul.
Raut muka Ruhut tampak menahan geram. Ruhut menggigit bibir bagian bawahnya saat pimpinan sidang Priyo Budi Santoso mengumumkan hasil lobi Kelompok Fraksi Komisi III. Lobi selama lima menit itu menghasilkan keputusan nama Ruhut Sitompul dikembalikan kepada Fraksi Partai Demokrat. Meski Ruhut berusaha tampil tenang, namun sulit menampik bila ia tengah kalut.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan dalam rapat lobi antar kelompok fraksi Komisi III diambil kesepakatan untuk mengembalikan surat dari Fraksi Partai Demokrat. "Dalam rapat lobi poksi Komisi III ada titik temu dengan memberi kesempatan pimpinan Komisi III DPR melakukan komunikasi dengan Fraksi Partai Demokrat dalam waktu seminggu," ujar Priyo.
Menurut Priyo, dalam waktu sepekan ke depan, Fraksi Partai Demokrat diberi kesempatan mengirim nama Ketua Komisi III DPR yang bisa saja kembali mengirim nama Ruhut Sitompul atau nama lainnya.
Anggota Komisi III dari Fraksi PPP Ahmad Yani mengatakan, pengembalian ke fraksi tak lain sinyal menolak nama Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR dan mengharapkan nama baru. Menurut dia, jika Fraksi Partai Demokrat tetap mengirim nama Ruhut Sitompul maka akan mengulang peristiwa penolakan Ruhut. "Kalau satu anggota tidak mau, maka tidak bisa dilantik. Maunya kita kan musyawarah mufakat," sebut Yani seraya menyebut Tata Tertib DPR.
Keputusan Komisi III mengembalikan nama Ruhut Sitompul kepada Fraksi Partai Demokrat merupakan klimaks dari perdebatan panjang di antara anggota Komisi III DPR RI. Seperti suara penolakan resmi dari Fraksi Hanura dan Fraksi Gerindra serta sejumlah anggota Komisi III lintas fraksi. "Fraksi Hanura menolak penunjukan Saudara Ruhut Sitompul dalam penunjukan ketua Komisi III," sebut anggota Komisi III dari Frakssi Hanura Sarifudddin Suding.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menyayangkam penolakan Komisi III terhadap Ruhut Sitompul. Menurut dia, penolakan ini menjadi preseden negatif bagi fraksi-fraksi di DPR RI. "Ini sungguh merupakan preseden jelek, tak hanya bagi fraksi Demokrat, tapi bagi semua karena belum pernah terjadi sebelumnya," sesal Nurhayati.
Fraksi Partai Demokrat, kata Nurhayati, akan melaporkan ke DPP Partai Demokrat terkait penolakan peristiwa ini. "Belum dipastikan ada nama baru atau tidak karena kami harus melaporkan ke DPP Partai Demokrat," kata Nurhayati.
Sementara terpisah Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan pihaknya tetap akan mendorong nama Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR RI. "Kita tetap dorong Pak Ruhut. Sekarang sudah ditangani Ketua Fraksi Partai Demokrat yang menyelesaikannya," sebut Syarief saat dihubungi. Ia menyebutkan, Ketua Fraksi Partai Demokrat diminta melakukan lobi dengan sejumlah fraksi dan pimpinan DPR RI.
Insiden penolakan Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR RI ini jika dirunut ke belakang bermula dari pergantian Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi III DPR tak lama setelah menghadiri peresmian Rumah Pergerakan Indonesia di kediaman bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Minggu (15/9/2013).
Tidak hanya Gede Pasek Suardika, Partai Dmeokrat juga mencopot Saan Mustofa sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat. Rotasi ini menimbulkan polemik di internal Partai Demokrat. Rotasi ini dinilai sebagai upaya penyingkiran kelompok loyalis Anas Urbaningrum.
Usai rapat pleno Komisi III DPR yang mengembalikan nama Ruhut Sitompul, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo berseloroh "Ini kemenangan Anas Urbaningrum," sebut Bambang. [mdr]
sumber:
inilah