
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Sebelum kembali ke Jakarta, dari kunjungan selama 2 hari ke Aceh, Kamis – Jumat (19/9-20/9), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono dicegat oleh seorang mantan komandan pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Melalui akun twitternya @SBYudhoyono yang diunggahnya Jumat (20/9), Presiden SBY mengatakan, mantan komandan pasukan GAM yang mencegatnya itu namanya, Pak Irfan (47).
Mantan Panglima Sagoe Gajah Keng itu, sengaja mencegat Presiden SBY untuk menyerahkan pedang sebagai cendera mata bertuliskan, “Satu hati, satu kata. Kita semua bersaudara dalam NKRI”.
"Kata-kata itu ditulis dalam bahasa Aceh, Alhamdulillah," ujar Presiden SBY seperti dikuti dari situs setkab.go.id, Sabtu (21/9/2013).
Menurut Presiden, pedang yang jadi cendera mata untuk dirinya itu adalah warisan nenek moyak Pak Irfan yang digunakan untuk melawan Belanda.
"Pak Irfan menyerahkan pedang itu pada Presiden SBY karena terkesan untuk pertama kalinya ada Presiden RI buka jendela mobil saat melintasi masyarakat di Aceh," ungkap Presiden SBY.[jat]
sumber:
inilah