
BERITAGOOGLE.COM, Manchester - Manchester City diminta untuk tidak terlalu sering melakukan perombakan di lini pertahanan jika ingin tampil sebagai juara Liga Primer Inggris musim ini.
Usai dikalahkan Cardiff City 3-2 pada 25 Agustus lalu, Manchester City kembali memetik hasil kurang maksimal kala bertandang ke markas Stoke City, Britannia Stadium, Sabtu (14/9/2013) malam WIB.
Pasukan The Citizens hanya mampu bermain imbang tanpa gol dan terus menerus ditekan tim tuan rumah. Beruntung, penampilan impresif Joe Hart di bawah mistar membuat gawang City tetap perawan hingga laga usai.
"Kami melakukan beberapa perubahan di tim. Di lini pertahanan, kami memasang Javi Martinez dan saya. Ini kali pertama kami tampil bersama. Tapi, saya rasa performa kami cukup bagus. Saya merasa bisa tampil lebih baik lagi," ungkap bek City, Matija Nastasic, dilansir Sky Sports.
"Di lini pertahanan, sangat sulit jika kami terus bergonta-ganti pasangan. Kami membutuhkan lebih banyak pertandingan untuk lebih mematangkan kerja sama," ia menyambung.
Nastasic mengungkapkan bahwa performa kurang memuaskan timnya disebabkan para pemain mengalami kelelahan usai membela negara masing-masing di babak Kualifikasi Piala Dunia 2014 tengah pekan lalu.
"Usai membela Timnas, semuanya menjadi sangat sulit. Itu karena para pemain kelelahan. Pelatih membuat susunan pemain berdasarkan siapa yang paling fit," ia menegaskan.
"Kami menurunkan enam pemain berbeda. Saya rasa kami bermain dengan baik. Tetapi, kami harus terus berkembang dan mencetak gol di saat memiliki kesempatan," ia memungkasi.
Alasan City kerap melakukan perombakan di lini belakang disebabkan badai cedera yang mendera armada jantung pertahanannya. Micah Richards, Gael Clichy, Vincent Kompany, dan pemain baru Martin Demichelis tak bisa diturunkan akibat mengalami cedera.
Alhasil, pelatih Manuel Pellegrini terpaksa harus memaksakan Javi Martinez di posisi bek tengah, yang berposisi asli sebagai gelandang bertahan
sumber:
inilah