
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menuding Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri gemar menjual aset BUMN saat menjabat presiden.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa zaman pemerintahan Megawati keputusan politik pemerintah berdasarkan GBHN yang dibuat DPR. Sehingga secara pasti sudah berdasarkan keputusan DPR.
"Apa yang diputuskan Ibu Mega sudah rencana program dari GBHN dan sudah disetujui DPR. Kalau ada teman-teman partai lain (Ruhut) mempertanyakan itu salah. Silahkan baca GBHN," tegasnya kepada BERITAGOOGLE.COM, di Jakarta, Selasa (17/9/2013).
Tjahjo melanjutkan, masing-masing presiden punya pola keputusan politik pemerintahan. Misalnya, masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disusun program kampanye jangka panjang dan jangka pendek.
"Wajar masyarakat menggugat, kenapa harga kedelai mahal. Kalau lebih rinci lagi, utang kita sekarang berapa, waktu zaman Gus Dur dan zaman Ibu Mega kita justru mengurangi utang," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Ruhut Sitompul 'semprot' politikus PDIP TB Hasanuddin dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (17/9/2013).
TB menanyakan penayangan konvensi calon presiden Partai Demokrat di stasiun televisi nasional milik pemerintah, TVRI. Bukan memberikan penjelasan soal itu, Ruhut justru menyindir Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menjadi presiden.
Ruhut menyebut Megawati gemar menjual aset BUMN dijual. "Ibu Mega waktu presiden, sepanjang jalan Thamrin-Sudirman semua BUMN sudah dijual. Kami enggak marah-marah," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Selasa (17/9/2013).[bay]
sumber:
inilah