
, Vallecano - Pelatih Barcelona, Gerardo ‘Tata’ Martino, ternyata pelit pujian. Hal itu ia tunjukkan setelah Barca berhasil mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor 4-0.
Hasil akhir tidak lantas mencerminkan kemenangan Barcelona diraih dengan mudah di kandang Vallecano, Campo De Futbol De Vallecas, Minggu dini hari (22/9/13) WIB. Tuan rumah sempat mengimbangi permainan Blaugrana.
Secara statistik, Vallecano justru unggul empat tembakan tepat ke arah gawang sementara Barca hanya dua hingga babak pertama usai. Statistik Vallecano tersebut termasuk tendangan penalti Trashorras, yang berhasil digagalkan kiper Victor Valdes, tiga menit setelah Barca mencetak gol pembuka pada menit ke-33 lewat Pedro Rodriguez.
Perjuangan Barca baru terasa mudah setelah Pedro mencetak gol kedua hanya dua menit setelah babak kedua bergulir. Bomber Timnas Spanyol itu melengkapi hatriknya pada menit ke-72. Cesc Fabregas menggenapinya pada menit ke-80.
Total, Vallecano melepaskan sembilan tembakan yang berhasil ditepis Valdes sepanjang 90 menit laga. Meski demikian, Tata tetap enggan mengeluarkan pujian kepada kiper yang sudah mantap menolak tawaran perpanjangan kontrak itu.
“Saya rasa bukan hak saya untuk mengatakan itu,” kata Martino saat ditanya apakah Valdes layak disebut sebagai kiper terbaik di Spanyol saat ini, seperti dilansir Football Espana.
“Dia berada pada performa yang luar biasa, diantara tiga penjaga gawang Spanyol, dan yang bisa saya lakukan adalah menikmatinya, meskipun sebaiknya Anda tidak terlalu berlebihan menikmati penampilan penjaga gawang Anda. Dia melakukan tiga atau empat penyelamatan yang menentukan, tetapi tidak ada peluang untuk memperpanjang kontrak,” ia menambahkan.
Tata kemudian berbicara soal penampilan timnya. Tak seperti biasanya, Blaugrana bisa diimbangi klub penghuni zona degradasi. Beruntung Barca punya barisan pemain yang lebih efektif dalam hal penyelesaian akhir.
“Saya senang dengan penampilan kami di babak kedua. Terlepas dari peluang Rayo di akhir laga, tak ada masalah dalam hal pertahanan.”
“Sama seperti pertandingan terakhir lawan Ajax (di Liga Champions), permainan kami berkembang selama pertandingan. Tim berhasil mencetak gol, jadi jika kami bisa menjaga tetap tak kebobolan, kami akan selalu punya peluang. Mereka adalah salah satu tim dengan pertahanan terkuat di sepak bola Spanyol. Strategi mereka kian sulit diatasi dengan lapangan yang sempit,” pelatih berusia 50 tahun itu memungkasi.
sumber:
inilah