
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Partai Demokrat merasa dirugikan atas pemerian sanksi TVRI oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pasalnya atas pemberian sanksi itu citra Demokrat dipublik kembali tercoreng.
"Tetapi kalau memang ada pelanggaran TVRI, agar TVRI tidak melakukan itu lagi karena itu juga merugikan Demokrat, jadi seolah-olah ada strengh (Kekuatan) dari Demokrat. Kan sebenarnya tidak ada, tidak dilaksanakan seperti itu. Karena merugikan Demokrat itu sendiri," ujar Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli di Jakarta, MInggu (22/9/2013).
Dia berharap, ada itikat baik dari TVRI untuk meminta maaf kepada publik khususnya kepada Partai Demokrat atas penyiaran tersebut.
"Yah ada permintaan maaf lah, terjadi seperti itu, karena juga merugikan demokrat. Kalau tidak minta maaf nanti setiap ada seperti itu (kejadian penyiaran konvensi) menjadi tidak ada minta maaf lagi," imbuhnya.
Melani menilai kasus penyiaran TVRI terhadap pelaksanaan sosialisasi konvensi Capres Demokrat ini hendanya dijadikan pejaran bagi TVRI khususnya Partai Demokrat. Jika tidak ada sanksi maka hal ini bisa terjadi di parpol lainnya.
"Kalau saya pikir seperti itu (dirugikan dan harus minta maaf), biar demokrat tidak disalahkan. Nanti kalau partai lain jadi minta juga dong, misal ada Rapimnas minta tolong siarkan, kalau memang kesalahan teknis dan tidak minta maaf berarti dia harus bisa menerima beban menyiarkan partai lain," tandasnya.
Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memutuskan menjatuhkan sanksi administratif berupa teguran kepada LPP TVRI atas penayangan siaran Konvensi Partai Demokrat pada Minggu, 15 September 2013. KPI meminta TVRI membuat surat pernyataan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua partai politik peserta Pemilu.[jat]
sumber:
inilah