
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Obat antikerut, alias botox, kini juga bisa digunakan untuk mengobati wanita yang menderita disfungsi kandung kemih yang menyebabkan inkontinensia atau sering buang air kecil.
Regulator obat National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE) mengeluarkan aturan bahwa mereka yang memiliki kandung kemih yang terlalu aktif harus menggunakan obat jika metode lain terbukti tidak efektif.
"Botox memberikan perbaikan dramatis bagi banyak orang dan memungkinkan mereka untuk melanjutkan gaya hidup normal," kata Andrew Hextall, urogynaecologist, konsultan dari Spire Bushey Hospital dan St Albans City Hospital di Hertfordshire.
Botox mengandung jumlah sedikit racun botulinum yang dimurnikan. "Botox melumpuhkan otot-otot kandung kemih sehingga mencegah mereka menegang," kata Mr Hextall .
"Tapi efek berlangsung hanya enam sampai delapan bulan sehingga suntikan perlu diulangi," sambungnya, seperti dilansir dari dailymail.
Namun demikian, ahli tetap menyarankan, sebelum beralih ke obat, penderita harus menerapkan metode lain untuk mengatasinya seperti mengurangi produksi kafein dan alkohol, serta latihan panggul di lantai.
Baik pria dan wanita berisiko mengalami kandung kemih yang terlalu aktif, namun jumlahnya lebih besar terjadi pada wanita.
Apa penyebab dari disfungsi kandung kemih hingga kini belum diketahui namun kondisi itu bisa disebabkan oleh diabetes, infeksi, batu kandung kemih dan cedera tulang belakang. [mor]
sumber:
inilah