
BERITAGOOGLE.COM, Denpasar - Ketua Presidium Pimpinan Pusat Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Anas Urbaningrum menegaskan mereka yang bergabung di ormas PPI adalah orang-orang yang memiliki keberanian dan keyakinan untuk mengawal kebenaran.
Menurut mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini, nilai-nilai yang senantiasa ditanamkan di ormas PPI adalah membangun keberanian dan bukan ketakutan.
"Kita tidak takut, di PPI urat takutnya sudah putus beberapa tahun lalu, kaum gerakan memiliki keberanian," ujarnya dalam deklarasi PPI Bali yang dihadiri Sekjend PPI Gede Pasek Suardika dan elit PPI lainya seperti Tri Dianto dan Makmun Murod
Lebih jauh Anas menuturkan jika keberanian yang terpatri dalam diri kaum gerakan di PPI ketika ada ancaman, intimidasi, tekananan dan seterusnya sehingga tidak akan membuat PPI lari sejengkalpun untuk menghadapi itu semua.
"Kekuatan, keberanian dan keyakinan kaum gerakan di PPI, saat ini sedang di jalan karma atau kebenaran, kebaikan. Berani adalah pilihan bagi kaum pergerakan, pergerakan itulah keberanian dan keyakinan atas kebenaran," tegasnya di hadapan ratusan pendukungnya dari berbagai kader parpol termasuk Partai Demokrat.
Mantan Ketua Umum PB HMI ini menilai berani adalah sikap mental yang tidak dapat dibeli di supermarket manapun. PPI dilahirkan bukan untuk mencari musuh atau menebar kebencian, sebaliknya sebagai keterpanggilan untuk mewujudkan keadaan masyarakat atau bangsa yang lebih baik lagi.
"Kita tak punya musuh dan bukan sasaran untuk diserang. kita justru bangun kekuatan untuk bersinergi menciptakan kemaslahatan untuk kehidupan yang lebih," jelasnya.
Anas meyakini, jika kaum gerakan PPI tetap di jalan darma atau kebaikan maka dengan darma itupula yang akan melindungi langkah mereka. "Kita yakin, Kebenaran melindungi diri kita, kebenaran akan menang,keyakinan kita bergerak pada kebenaran, maka itu akan jadi energi di Bali dan Indonesia," terangnya.
Untuk itu, Anas mengajak mereka yang bergabung dalam ormas yang dipimpinnya itu harus bersiap melepaskan semua kenyamanan, jabatan hingga penghargaan lainnya yang diperoleh selama ini.
"Saya tahu ber-PPI itu bukan pilihan yang sejuk, enak, lunak, nyaman. Yang berpolitik harus rela melepaskan kenyamanan fasilitas, harus siap lepaskan jabatan atau penghargaan. Ber PPI bukan pilihan enak," pungkasnya.[dit]
sumber:
inilah