
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Menghadapi Pemilu 2014 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Pemilihan Umum Raya (Pemira) internal untuk memilih kandidat presiden dari internal partai. Inovasi politik di tengah skandal sapi yang menimpa bekas Presiden PKS, berhasilkah?
PKS telah menggelar Pemira PKS di seluruh wilayah di Indonesia. Sejumlah nama internal dari PKS muncul sebagai nominasi kandidat Presiden dari PKS. Mulai Presiden PKS Anis Matta, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Depok Nurmahmudi Ismail dan sejumlah nama lainnya. Di masing-masing wilayah terdapat perbedaan pemenangnya.
Presiden PKS Anis Matta mengatakan Pemira di PKS ditujukan untuk membangun sistem demokrasi di internal partai. Dengan cara ini, kata Anis, merupakan hasil tuntutan dari kader di bawah untuk memunculkan capres dari interal partai. "Kita bikin mekanisme yang transparan dan terbuka untuk semua kader," ujar Anis dalam bincang dengan sejumlah jurnalis di Jakarta, Jumat (5/12/2013).
Anis tidak menampik bila Pemira untuk memilih kandidat presiden dari PKS ditujukan untuk menarik elektoral partainya dalam Pemilu 2014 mendatang. "Ini tentu bagian dari upaya untuk mendongkrak elektabilitas partai. Tidak bisa dipungkiri, namanya juga menyongsong pemilu," tegas Anis.
Anis tidak menampik bila berbagai hasil riset lembaga survei menempatkan partai yang ia pimpin jeblok. Hanya saja, ia menekankan hasil survei tersebut justru untuk menjadi modal menyemangati kader untuk bekerja keras. "Kita bekerja keras. Mudah-mudahan hasilnya tidak seperti itu," harap bekas Wakil Ketua DPR RI ini.
Dalam kesempatan tersebut Anis juga secara terbuka mengaku target perolehan tiga besar dalam Pemilu 2014 merupakan target politik yang tidak ringan. "Terus terang, target tiga besar (Pemilu 2014) berat. Tapi kita tidak merevisinya," kata Anis.
Ia mengklaim kader di bawah justru kian solid pasca-mencuatnya skandal suap impor daging sapi yang menyeret bekas Presiden PKS. Ia menyebutkan kontestasi Pilkada di sejumlah daerah tidak sedikit dimenangkan kader PKS. "Penerimaan publik ke PKS relatif terjaga," sebut Anis.
Di bagian lain, Anis menyebutkan pihaknya saat ini tidak lagi berorientasi popular vote dalam Pemilu 2014 mendatang. Namun, pihaknya akan fokus pada hitungan kursi di parlemen.
Berbagai lembaga riset politik paskaterungkapnya skandal suap daging sapi impor menempatkan partai ini kian terpuruk. Pemira yang merupakan eksperimentasi politik PKS perlu diuji di lapangan, apakah mampu mendongkrak perolehan suara parta yang mengklaim sebagai partai terbuka ini. [mdr]
sumber:
inilah