
INILAHCOM, Hockenheim - Tim Formula 1 McLaren menjadi tim pertama yang dengan sukarela menegaskan tak akan menggunakan sistem suspensi Front Rear Inter-connected) FRIC.
Sistem suspensi yang menghubungkan suspensi depan dengan suspensi belakang menggunakan sistem hidrolik ini, sehingga suspensi depan bisa merespon gerakan supsensi belakang dan sebaliknya, dianggap melanggar aturan aerodinamika.
Sesuai aturan Federasi Otomotif Internasional (FIA), sistem aerodinamika tidak diberi keleluasaan untuk berubah posisi, gerak ataupun bentuk.
FIA mencoba untuk mendapatkan persetujuan mayoritas dari para peserta Formula 1 untuk melarang komponen ini namun tak juga berhasil. Ini berarti setiap tim boleh saja menggunakan FRIC di GP Jerman akhir pekan ini. Namun, tim tersebut berpotensi menuai protes dari tim lain yang tak menggunakannya.
Lebih jauh, FIA bisa melapor kepada pengawas lomba bahwa sistem tersebut berpotensi melanggar peraturan soal aerodinamika.
Sejumlah tim ingin mempertahankan FRIC tetapi sebagian lain menolaknya. FIA mencoba memberikan jalan keluar untuk menunda larangan FRIC hingga musim depan namun itupun ditolak.
Tak ingin tersangkut masalah di kemudian hari, McLaren memutuskan untuk menanggalkan FRIC pada balapan di Jerman, Minggu (20/7/14).
“McLaren saat ini tidak berniat untuk menggunakan sistem suspensi FRIC di GP Jerman. McLaren akan menuruti aturan FIA untuk masalah ini,” ujar sumber dalam McLaren seperti dikutip dari Autosport.
Keputusan ini sepertinya bakal diikuti oleh tim-tim unggulan lainnya. Mereka tak mau mengambil resiko protes.
Namun, satu tim boleh memilih menggunakan FRIC pada sesi latihan hari Kamis. Ini untuk menguji legalitas FRIC sekaligus untuk melawan pandangan delegasi teknis F1, Charlie Whiting, yang menganggap FRIC melanggar peraturan.
Jika argumen tim tersebut kalah maka mereka harus mengganti suspensi mereka dengan suspensi standar.
sumber:
inilah