
INILAHCOM, Jakarta - Pendukung Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Jawa Timur, menggelar manaqib dan istighosah. Hal itu dilakukan sebagai bentuk wujud syukur atas kemenangan Prabowo-Hatta.
Seperti disampaikan Gus Fadil Muzakki, para pendukung Prabowo-Hatta meyakini kemenangan di Jawa Timur. ''Kami yakin Prabowo-Hatta unggul di Jawa Timur dan tingkat nasional. Mengacu kepada real count, makanya kami gelar manaqib dan istighosah pada Senin malam tadi (14/7/2014),'' ungkap Anggota DPR asal PKB yang juga anggota timses Prabowo-Hatta Provinsi Jawa Timur itu kepada INILAHCOM, Selasa (15/7/2014).
Dalam acara yang digelar di Ponpes Nurul Chotib Al-Qodiri 4, Jember, Jawa Timur, dipimpin Gus Muhammad Fawaid. Hadir sejumlah ulama, habaib dan elemen ponpes pendukung Prabowo- Hatta, seperti KH Lutfi (Umbulsari, Jember), KH Hafidz Zubaidi ( Ponpes Midtahul Ulum, Kunir Lumajang), KH Muhlis ( Ponpes AL-Khotib, Rowokangkung-Lumajang), Ust Abdul Adim ( NU Jombang/Ponpes AL-Mubarok- Jombang), Gus Nashihul Ibat M.HI ( Ponpes AN-Nuriyyah, Kaliwining Jember) Gus Nadzirhalimy ( Ponpes MHI Bangsalsari, Jember), Agus Nur Yasin ( Wakil Sekretaris IPNU Jatim)
Dalam acara itu, Gus Muhammad Fawaid menyampaikan bahwa manaqib dan istighotsah merupakan ungkapan rasa syukur atas terlaksananya pilpres yang aman, damai dan lancar. ''Selain juga kita bersyukur pasangan Prabowo-Hatta mendapat kemenangan di Jawa Timur, berdasarkan data realcount yang sudah mencapai 100 persen. Dimana Prabowo-Hatta mendapatkan dukungan suara 51,27 persen dan Jokowi-Kalla 48,73 persen," ungkap Gus Fawaid.
Pada bagian akhir, Gus Fadil mengatakan, pendukung Prabowo-Hatta diharapkan bisa tenang dan sabar. Tidak perlu melakukan tindakan yang berlebihan, sambil menunggu pengumuman resmi KPUD Provinsi Jawa Timur yang digelar pada 19 Juli 2014 nanti.
''Yang perlu dilakukan adalah, mari kita bekerja keras untuk mengamankan dan mengawal suara pendukung Prabowo-Hatta. Agar tidak terjadi sesuatu penyimpangan yang mencederai proses demokrasi ini,'' kata Gus Fadil. [ton]
sumber:
inilah