
Source image : image.google.com
INI69.COM-Saham-saham di Wall Street turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah pesawat Malaysia jatuh di Ukraina timur yang dikuasai kelompok pemberontak dalam sebuah insiden yang beberapa pejabat Ukraina menyalahkan pasukan separatis pro-Rusia.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 161,39 poin (0,94 persen) menjadi ditutup pada 16.976,81, mundur dari rekor penutupan Rabu.
Indeks berbasis luas S&P 500 anjlok 23,45 poin (1,18 persen) menjadi berakhir di 1.958,12, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 62,52 poin (1,41 persen) menjadi 4.363,45.
"Jelas itu semua tentang tragedi di Ukraina," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Rockwell Global Capital.
"Hal ini menaikkan tingkat faktor ketakutan mengenai masalah geopolitik," ungkapnya lebih lanjut.
Tidak ada tanda-tanda korban selamat dari kecelakaan pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines yang membawa 295 orang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur itu.
Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan dia tidak bisa mengesampingkan bahwa pesawat itu ditembak jatuh. Juru bicara resmi Poroshenko mengatakan ia percaya pemberontak pro-Rusia menembak jatuh pesawat jet tersebut.
"Kejadian ini bukan bencana. Ini adalah aksi teroris," Juru bicara Poroshenko mengatakan dalam Twitter-nya.
Bencana tersebut memicu pelarian uang-uang menjauh dari saham-saham menuju aset-aset yang lebih aman, seperti emas yang nauk 1,4 persen dan surat utang negara atau obligasi pemerintah AS, sehingga harga obligasi naik.
Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS turun menjadi 2,47 persen dari 2,54 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 3,29 persen dari 3,35 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.
Pasar ekuitas Eropa juga mundur, dengan indeks FTSE-100 di Inggris kehilangan 0,7 persen, indeks CAC-40 Perancis jatuh 1,2 persen, dan indeks DAX 30 Jerman menyerah 1,1 persen.
Kecelakaan pesawat di Ukraina timur yang dikuasai pemberontak terjadi pada saat yang sensitif dalam krisis regional yang telah memicu ketegangan antara Rusia dan Barat.
Pada Rabu, Amerika Serikat dan Uni Eropa memperkuat sanksi mereka terhadap Moskow, dengan Presiden Barack Obama mengritik Rusia untuk "melanjutkan provokasinya di Ukraina." Rusia marah mengecam sanksi tersebut, menyebut hukuman terbaru sebagai "pemerasan" dan pembalasan membahayakan.
"Kecelakaan pesawat adalah benar-benar berita buruk, jauh lebih serius daripada sanksi yang diumumkan kemarin oleh Washington," kata Gregori Volokhine, presiden Meeschaert Capital Markets.
"Ini menimbulkan pertanyaan keamanan rute udara di bagian dari dunia ini dan daerah sensitif lainnya seperti Timur Tengah," kata Volokhine.
"Perjalanan udara sangat penting bagi perekonomian," tambahnya. "Ini sangat mengganggu stabilitas bagi para wisatawan dan investor." Saham Delta Air Lines turun 3,4 persen karena mengatakan tidak akan lagi mengirim penerbangannya melalui wilayah udara Ukraina.
American Airlines merosot 4,1 persen dan United Continental juga turun 3,5 persen. Komponen Dow, Boeing, turun 1,2 persen.
Kecelakaan pesawat membayangi hari yang sibuk dengan laporan laba perusahaan-perusahaan. Bank investasi Morgan Stanley merosot 0,6 persen meskipun mengalahkan ekspektasi dengan margin lebih lebar, sementara pembuat mainan Mattel merosot 6,6 persen karena labanya menyusut sebagian akibat penurunan besar dalam penjualan boneka ikonik Barbie.[ach/rm]