INI69

  • Home
  • About
  • Contact Me
  • Desclaimer
  • Privacy Policy
Home » gadget » Geger di FB, Ini Perbedaan Pendapat Dua Profesor soal “Kasus 4×6 dan 6×4″

Selasa, 23 September 2014

Geger di FB, Ini Perbedaan Pendapat Dua Profesor soal “Kasus 4×6 dan 6×4″



Tekno – Berita heboh tak lepas dari andilnya peran sosial media. Baru-baru ini beredar di FB tentang tugas perkalian Matematika kelas 2 SD yang muncul ke permukaan dan jadi perhatian publik. Kasus ini tampaknya masih berlanjut dengan perdebatan cukup panjang.

Soal Matematika kelas 2SD

Kali ini kasus tersebut diperdebatkan melibatkan setidaknya dua orang profesor terkenal di Indonesia meski tidak atau belum dalam posisi saling berhadapan. Kedua profesor tersebut adalah Prof Yohanes Surya yang dikenal dengan konsep Matematika dan Fisika GASING (Gampang Asyik Menyenangkan)-nya, serta Profesor Matematika asal Institut Teknologi Bandung (ITB) Iwan Pranoto.


Dikutip dari Suara, Selasa (23/09/2014), dalam salah satu bagian “perdebatan”, Iwan bahkan sampai memberi label penjelasan Surya sebagai “cocoklogi” dan bukan Matematika.


“Penjelasan pakar Olimpiade: ‘Ada 3 keranjang masing-masing ada 2 apel, maka 2+2+2. Oleh karena itu 3×2 = 2+2+2′ Ini BUKAN matematika, itu cocoklogi!” ungkap Iwan melalui akun Twitter-nya, Selasa (23/9/2014).


Ungkapan Iwan itu merespons penjelasan yang coba dibuat Surya sebelumnya di laman Facebook-nya. Dalam tulisan tersebut, Surya pada intinya coba menjabarkan soal kesepakatan dalam menuliskan perkalian dengan menggunakan “logika kotak dan jeruk”.


Berikut tulisan Surya:


Matematika GASING: 6 x 4 atau 4 x 6 ?


Berapa jeruk dalam 2 kotak berisi masing-masing 4 jeruk?

Jawabnya adalah 4 jeruk + 4 jeruk


Kalimat “Berapa jeruk dalam 2 kotak berisi masing-masing 4 jeruk ?”

boleh ditulis

2 kotak x 4 jeruk/kotak =

disingkat

2 x 4 jeruk =


Jadi

2 x 4 jeruk = 4 jeruk + 4 jeruk


Selanjutnya kita tulis

2 x 4 = 4 + 4 (kesepakatan)


Dengan kesepakatan itu kita boleh menulis :

6 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4

4 x 6 = 6 + 6 + 6 + 6


Kesimpulan:

Ketika menghitung 6 x 4 kita membayangkan menghitung jumlah jeruk dalam 6 kotak berisi masing-masing 4 jeruk. Jadi 6 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4

Ketika menghitung 4 x 6 kita membayangkan menghitung jumlah jeruk dalam 4 kotak berisi masing-masing 6 jeruk. Jadi 4 x 6 = 6 + 6 + 6 + 6

Dengan logika kotak dan jeruk ini, lebih mudah bagi kita untuk mengerti tidak hanya soal-soal cerita perkalian tetapi juga berbagai operasi matematika seperti 28:7 = atau 4a + 4b = 4 (a + b) dsb.


Iwan lantas merespons penjelasan Surya yang juga dimuat di media massa online itu, antara lain dengan menyebut bahwa “ini ilmu alam, bukan Matematika”.


Berikut beberapa respons Iwan berikutnya terkait penjelasan itu, lewat akun Twitter-nya:


“Di ilmu alam, kita mengamati alam, lalu berteori. Di Matematika, kita berteori dan bernalar dengannya, menjelajah berbagai inferensinya.


“Jika mendefinisikan perkalian dengan situasi di alam/kejadian di kenyataan, perkalian jadi gagasan yang tergantung alam. Math is not like that.


“Jika teori ilmu alam berbeda dengan kenyataan, maka teori itu gugur. Tidak demikian dengan Matematika.


“Jika suatu pernyataan matematika bertentangan dengan fenomena alam/kenyataan, ya biarkan saja. Math is not about nature.


“Secara becanda, matematikawan akan berkata bahwa karena alam/semesta yang tak ideal, akhirnya teori matematika tak sesuai dengan fenomena alam.


“Yang salah itu alam/semesta, bukan salah matematikanya, karena matematika lebih ideal dari kenyataan/alam.


“Persamaan/pernyataan matematika itu kekal. Lebih kekal dari alam.”


Sebelumnya, Iwan juga sudah sempat menuliskan pendapatnya tentang hal ini dalam rangkaian tweet. Dia antara lain menyebut bahwa penulisan atau perumusan perkalian itu bisa tergantung bagaimana memaknainya, juga bisa tergantung bahasa dengan mencontohkan bahasa Jawa dan pengertian di buku-buku Singapura.


Iwan pun sempat menuturkan bahwa mungkin cara bertanya guru kebanyakan di Indonesia-lah yang salah, begitu juga cara mengoreksinya.


“Kita harus paham cara memeriksa pemahaman perkalian. Kalau sekedar tanya 3×4 = …. ya tentu anak kita boleh menjawab sesuai pengertiannya,” tulisnya.


“Pertanyaan sekedar 3×4 = … HARUS DIBENARKAN jawaban 3+3+3+3 atau 4+4+4. Salah gurunya tak beritahu dalam instruksinya yang mana yang diminta,” sambungnya.


“Pertanyaan guru seharusnya begini ‘Jika 2×3 = 3+3, tentukan 3×4″. Jika dengan pertanyaan ini anak jawabnya 3+3+3+3, barulah SALAHKAN,” tambahnya.


“Di Matematika tak ada KEBENARAN, yang ada hanyalah KESAHIHAN. Jika pernalarannya sahih, maka kita terima, walaupun kesimpulannya mungkin aneh.” tandasnya.






Share on: Twitter Facebook Google +



f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Worked
08.24

Belum ada komentar untuk "Geger di FB, Ini Perbedaan Pendapat Dua Profesor soal “Kasus 4×6 dan 6×4″"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Find Us :

Berita Populer

  • 5 Cara Mudah Membuat Pembalut Kain Bikinan Sendiri
  • Heboh Bripda Lery Romina, Polisi Cantik Pengganti Briptu Eka
  • Foto Dan Biodata Erich Gonzales
  • Biodata Eriska Rein, Cewek Cantik Yang Dipersunting Mithu Nisar
  • Fan Page Jilboobs di FB Disukai Hampir 7000 Orang
  • pansenas.menpan.go.id : Lowongan dan Formasi CPNS Empat Lawang
  • 7 Artis Wanita Indonesia Yang Jadi Korban Kamera Mesum
  • Daftar Download Lagu Mp3 BabyMetal Lengkap
  • Biodata FKA Twigs Pacar Robert Pattinson
  • Ganteng Ganteng Serigala Versi Parodi Lucu Dan Gokil

Category

  • bola (7440)
  • bursa (383)
  • gadget (3619)
  • gaya hidup (2546)
  • Kesehatan (4)
  • nasional (11351)
  • olahraga (1845)
  • teknologi (3669)
  • tutorial (210)
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2013 INI69 - All Rights Reserved
Template by jasa konsultasi seo - Powered by Blogger