INILAHCOM, Pamekasan - Kasus gizi buruk masih ditemukan di Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur. Itu terjadi saat pemerintah telah mencanangkan program bantuan kesehatan gratis dan bantuan program keluarga harapan.
Warga Pamekasan yang ditemukan menderita gizi buruk ini bernama Nahdia (11), warga Kelurahan Kanginan, Kecamatan Kota Pamekasan.
"Dia ini sudah sakit sejak umur sembilan tahun, dan kondisinya terus memburuk hingga tinggal tulang seperti ini," jelas Amna, pengasuh penderita gizi buruk yang telah ditinggal kedua orang tuanya ini, di Pamekasan, Kamis.
Akibat penyakit yang dideritanya ini, Nahdia hanya bisa berbaring di tempat tidurnya dan tidak sekolah sebagaimana anak-anak lainnya. Tubuhnya kurus kering dan tidak kuat lagi berdiri, karena hanya tinggal tulang.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Ismail Bey menyatakan penyakit yang diderita Nahdia itu merupakan bawaan sejak lahir, bukan karena gizi buruk murni. "Kami memang sudah mengetahui itu, dan memang telah lama dilaporkan oleh petugas medis ke Dinkes Pamekasan," ujar dia.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta petugas untuk memeriksa langsung kondisi Nahdia, serta kemungkinan untuk bisa disembuhkan melalui pengobatan. Hasil pemeriksaan sementara petugas medis pada anak yang ditemukan menderita gizi buruk di Kelurahan Kanginan itu, karena faktor keturunan. "Jadi sejak dalam kandungan sudah kekurangan asupan gizi," kata Ismail Bey.
Berdasarkan cacatan, temuan adanya warga menderita gizi buruk di Kabupaten Pamekasan bukan kali ini saja. Pada September 2014, bocah berusia 10 tahun bernama Fahmi anak dari pasangan suami istri Moh Tohir (35) dan Khotim (27) warga Dusun Bungbaruh, Desa Kertagena Daja, Kecamatan Kadur, Pamekasan juga ditemukan menderita gizi buruk. Sebelumnya, pada tahun 2012, terdata RSUD Pamekasan merawat sebanyak 13 balita, akibat menderita gizi buruk. Temuan adanya warga menderita gizi buruk ini pada tahun 2015 membantah laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) 2014 yang disampaikan Bupati Pamekasan Achmad Syafii yang menyebutkan bahwa semua warga penderita gizi buruk dan kekurangan gizi telah tertangani 100 persen.
Berdasarkan data Balitbangkes Kemenkes RI 2013, Pamekasan memang termasuk kabupaten diurutan ketiga di Jawa Timur yang bermasalah dalam bidang kesehatan, dengan prevalensi gizi buruk dan gizi kurang 26,50 persen, menempatkan Pamekasan pada posisi terburuk keenam di Jawa Timur. Sementara pada prevalensi kurus dan sangat kurus pada balita, polisi Pamekasan terendah keempat di Jawa Timur dengan capai 13,73 persen, selanjutnya Kabupaten Madiun (13,84), Kabupaten Tulungagun (13,88) dan terakhir Kabupaten Jember dengan prevalensi 14,14 untuk balita kurus dan sangat. [tar]
sumber:
inilah