INILAHCOM, Bangkok - Empat atlet muda di sektor tunggal putri diharapkan bisa menambah jam terbang di turnamen Thailand Terbuka GP gold. Empat atlet tersebut adalah Hanna Ramadini, Dinar Dyah Ayustine, Gregoria Mariska, dan Fitriani.
Empat tunggal putri itu mendapat undian yang cukup sulit. Di babak pertama, Dinar akan melawan unggulan dua turnamen, Sung Ji Hyun dari Korea. Gregoria masih menunggu lawan yang berlaga di babak kualifikasi sementara Hanna akan menghadapi rekan sendiri, Fitriani.
Pemenang pertandingan antara Hanna dan Fitriani akan menantang unggulan enam asal Jepang, Sayaka Sato atau Nitchaon Jindapol asal Thailand.
"Pertama, untuk menambah jam terbang dan kedua, mereka harus ada progresnya dari turnamen sebelumnya. Jangan seperti dulu yang kalah segitu-gitu saja. Kalau nggak ada kemajuan ya kita latihan dulu, kalau ada kemajuan ya kita teruskan sampai bisa juara," kta Edwin Iriawan, pelatih tunggal putri, dilansir Badmintonindonesia.org.
"Mereka mungkin nanti ada yang langsung ketemu unggulan. Tapi nggak masalah. Harus dicoba saja dulu. Mereka harus merasakan semua pemain dan yakin kalau bisa menang. Kemarin-kemarin mereka belum ada percaya dirinya. Tapi sekarang pelan-pelan mulai bangkit. Yang terbaik-lah untuk mereka," imbuhnya.
Selain empat wakil Indonesia dari Pelatnas, masih ada beberapa tunggal putri non-pelatnas yang akan bertanding, seperti Maria Febe Kusumastuti yang akan menantang wakil tuan rumah, Pornpawee Chochuwong.
Adriyanti Firdasari berhadapan dengan pemain Tiongkok, He Bingjiao. Sementara Ruselli Hartawan dengan unggulan tiga asal Tiongkok, Sun Yu. Dua nama lainnya, Jauza Fadhila Sugiarto dan Yulia Susanto Yosephin, akan berjuang dari babak kualifikasi.
sumber:
inilah