
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Prapancha Research menilai 'Jokowi Effect' memang mempunyai pengaruh dalam mendongkrak popularitas seorang tokoh yang diusung dalam ajang Pemilukada. Namun, 'Jokowi Effect' tidak selalu menjamin kemenangan bagi tokoh tersebut.
"Dari temuan kami, perbincangan beberapa nama memang memperoleh momentum saat dikaitkan dengan Jokowi," kata Analis PR, Adi Ahdiat, Kamis (19/9/2013).
Ia melanjutkan, Prapancha Research telah menganalisa Jokowi effect terhadap perbincangan tokoh-tokoh di jejaring sosial Twitter. Adi mencontohkan, misalnya saja Gita Wirjawan yang marak menjadi perbincangan awal tahun 2013 ini.
Saat itu, ada pernyataan petinggi Partai Demokrat (PD) yang ingin memasangkan dengan Jokowi dan hasilnya pada 26 Februari mention memperoleh lejitan tinggi hingga 1.334 mention. "Perbincangan Gita tertinggi ketiga di Twitter," ucapnya.
Contoh lainnya adalah, Rieke Diah Pitaloka yang menjadikan Jokowi sebagai juru kampanye di Pilkada Jawa Barat. Rieke menjadi perbincangan ketika dikaitkan dengan Jokowi saat sedang maraknya kampanye Pilkada Jawa Barat (6 November 2012 - 6 Maret 2013), itu mencapai 49 ribu mention.
"Sementara total perbincangan tentang Rieke mencapai 119 ribu. Secara kasar, 2 dari 5 celotehan tentang Rieke adalah dalam kaitannya dengan Jokowi," ujarnya.
Akan tetapi, menurutnya meski jadi perbincangan dalam jejaring sosial bukan berarti bisa memenangkan pemilu atau pilkada. "Karena di era persaingan citra saat ini ketat, jadi dapat menyedot perhatian publik saja sudah amat berarti," ucapnya.
Selain itu, berdasarkan analisis yang dilakukannya, Jokowi efek tidak akan berpengaruh jika dikaitkan dengan nama tokoh yang memiliki reputasi kurang baik. Adi menambahkan, dengan demikian nama Jokowi bukanlah sebagai penentu kemenangan.
"Memiliki Jokowi tak seharusnya melenakan parpol yang menaunginya, parpol tetap harus bekerja. Terutama, bekerja nyata demi kepentingan orang banyak, bukan sekadar bermain citra," tandasnya.[bay]
sumber:
inilah