
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Isu poros tengah atau koalisi alternatif yang mencuat belakangan ini dalam penilaian Partai Nasional Demokrat (NasDem) adalah cara usang.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Decapella usai menghadiri peringatan satu tahun gerakan buruh (Gemuruh) nasional demokrat di DPP NasDem, Cikini Jakarta Pusat.
"Wacana poros tengah bicara masa lalu yang zamannya sudah beda. Kalau dimainkan lagi dengan sistem langsung, itu tidak nyambung," ujarnya, Kamis (19/9/2013).
Isu poros tengah, sambung Patrice, merupakan upaya penjegalan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati dalam pemilu presiden 1999. Sebab, pemenang pemilu legislatif ketika itu adalah PDIP.
"Poros tengah dibentuk menghadang ibu Mega jadi presiden ketika dipilih parlemen. Fenomena 2004 semua partai besar dukung SBY. Tiga partai dukung SBY," terangnya.
Sebelumnya, muncul wacana dari beberapa pihak soal koalisi poros tengan.
Poros Tengah adalah koalisi parpol Islam, seperti PAN, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera/PKS), Partai Kebangkitan Umat (PKU), dan Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).
Poros Tengah berhasil mengantarkan Amien Rais menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 1999. Setelah sukses merebut kursi MPR, kelompok ini berhasil mengantarkan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Presiden RI mengalahkan Megawati. [gus]
sumber:
inilah