
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - PSSI menjelaskan duduk perkara pengurangan poin Arema yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL). Menurut PSSI, Komisi Disiplin (Komdis) FIFA sudah menjatuhkan hukuman sejak 8 Februari 2013.
Masalah itu terjadi pada musim 2009/10. Saat itu Singo Edan mendepak pemain asal Gabon, Jean Landry Poulangoye secara sepihak.
Sayangnya, proses pemutusan kontrak tidak sesuai prosedur dan sang pemain pun melaporkan masalahnya kepada FIFA. Hari ini, tiga tahun kemudian, PT Liga Indonesia mengimplementasikan hukuman yang diberikan FIFA, yakni pengurangan tiga poin dan denda sebesar 5 ribu Swiss Franc, atau sekitar 61 juta Rupiah.
Keputusan itu sendiri dituangkan dalam surat PSSI nomor 1825/UDN/1017/IX-2013 tertanggal 10 September 2013 tentang implementasi Keputusan Komisi Disiplin FIFA serta circulars dari FIFA.
“Kita terang-terangan saja masalah Arema. Musim 2009-10, mereka bermasalah dengan pemain. Singkat cerita, Komdis FIFA memberikan surat kepada PSSI pada bulan Februari lalu untuk menjatuhkan denda dan pengurangan poin,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono, Jumat (13/9/2013).
“Tenggat waktunya itu bulan Maret. PSSI sudah memberi tahu Arema. Namun karena Arema-nya ada dua (ISL dan IPL), tidak ada yang mau menindaklanjutinya. FIFA tak mau menanggapi hal itu, mereka mau kalau hukuman itu dijatuhkan oleh PSSI,” lanjut dia.
Agar tidak dibilang plin-plan oleh FIFA, PSSI pun menjatuhkan hukuman tersebut kepada Arema yang dilatih oleh Rahmad Darmawan. Hukuman tersebut pun harus diimplementasikan pada kompetisi musim ini, jika tidak Singo Edan akan terdegradasi.
"Bulan Agustus (2013), FIFA sudah mengirim surat lagi kepada PSSI harus mengimplementasikan hukuman itu kepada Arema ISL, yang dianggap sah oleh PSSI dan FIFA. Kalau tidak mereka akan terdegradasi, ini ancaman FIFA,” tegas Joko.
“FIFA juga mengancam kalau Arema tidak mengindahkan hukuman tersebut, maka Indonesia diancam tidak boleh mengikuti pertandingan internasional. Tenggat waktu sebenarnya sudah lewat, tapi FIFA masih bisa memberikan kelonggaran berupa denda. Jumlah dendanya itu tergantung FIFA,” dia mengakhiri.[yob]
sumber:
inilah