
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Ormas Pergerakan Indonesia (PI) yang didirikan Anas Urbaningrum menimbulkan ekses politik di internal Partai Demokrat. Semua dipicu pernyataan Anas tentang konvensi Partai Demokrat.
Anas Urbaningrum mulanya tak begitu tertarik membicarakan konvensi Partai Demokrat. Namun setelah didesak jurnalis, Anas akhirnya buka suara. "Siapapun yang terpilih menjadi capres Konvensi Partai Demokrat, tidak akan memenangi Pilpres," ujar Anas usai peresmian Rumah Pergerakan Indonesia di kediaman pribadinya, Duren Sawit, Jakarta, Timur, akhir pekan kemarin.
Sontak saja, pernyataan Anas itu menimbulkan reaksi balik dari kalangan internal Partai Demokrat. Seperti pernyataan peserta konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo yang menyesalkan pernyataan Anas. Ia menyebut, Anas tak ubahnya mendahului takdir.
Lebih dari itu, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie memahami pernyataan Anas terkait pelaksanaan konvensi Partai Demokrat. Menurut dia, Anas merasa disakiti dan dizalimi. "Saya pikir wajar kalau orang merasa disakiti dan melampiaskan yang penting disikapi baik-baik saja," ujar Marzuki di gedung DPR Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (16/9/2013).
Menurut peserta konvensi Partai Demokrat ini, sinisme Anas terhadap Konvensi Partai Demokrat disebabkan yang bersangkutan merasa dizalimi dan disingkirkan petinggi Parai Demokrat. "Tapi itu kan merasa, yang namanya rasa setiap orang bisa saja," tegas Marzuki.
Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf berencana memanggil Ketua Komisi III DPR RI Gede Pasek Suardika yang turut hadir dalam acara tersebut. "Pasek akan saya panggil pertanyakan kehadirannya sebagai apa. Kalau dia hadir, kalau hanya berteman kan tidak apa-apa biasa," kata Nurhayati.
Sementara Gede Pasek Suardika mengatakan, tidak ada aturan perundang-undangan yang ia langgar saat terlibat di Pergerakan Indonesia. Menurut dia, konstitusi memberi kebebasan seseorang untuk berkumpul, berserikat dan mengeluarkan pendapat. "Tidak ada konstitusi negara maupun partai yang saya salahi," ujar Pasek di Sanur, Denpasar, Bali, Senin (16/9/2013).
Saat deklarasi Rumah Pergerakan Indonesia, Anas Urbaningrum menggarisbawahi bila ormas yang didirikan dengan koleganya bukan sebagai ormas perlawanan. Menurut dia, Pergerakan Indonesia bukan untuk menghadirkan permusuhan apalagi kebencian kepada siapapun. Ia menggarisbawahi, Pergerakan Indonesia antikemarahan, kebencian dan permusuhan.
sumber:
inilah