
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto marah atas kasus pemukulan yang dilakukan kadernya kepada ibu hamil di Makassar.
"Kasus pemukulan ini mendapat perhatian khusus dari Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto yang sangat marah dan kecewa setelah mendapat laporan adanya kasus tersebut," ujar Ketua DPP Gerindra Bidang Advokasi, Habiburokhman dalam keterangan persnya kepada BERITAGOOGLE.COM, Senin (23/9/2013).
Menurutnya, Prabowo sendiri sudah meminta kepada Majelis Etik Partai Gerindra untu segera menyelesaikan kasus ini. Pasalnya kasus pemukulan ini sudah mencoreng citra partai,
"Prabowo wanti-wanti agar Majelis Etik bisa bekerja super cepat sehingga yang bersalah bisa dijatuhi sanksi organisasi yang setimpal dan si korban mendapatkan keadilan," imbuhnya.
Dalam Kasus ini Majelis Etik Partai Gerindra akan menggelar sidang pada Selasa (24/9) besok. Dalam persidangan Majelis Etik ini juga akan dihadiri oleh perwakilan PIRA (Perempuan Indonesia Raya) yang merupakan salah satu organisasi sayap paling penting di Gerindra. Selama ini PIRA telah melakukan banyak hal dalam konteks memajukan gerakan perempuan di Indonesia.
Sebelumnya, Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Partai Gerindra, Abdul Halik Suang dilaporkan ke Mapolsek Tamalate, Makassar, karena memukul seorang ibu hamil, Mega Violeta (25).
Halik memukul Mega di bagian wajahnya hingga babak belur. Sebelum pemukulan itu, kata Mega, Rabu (18/9/2013), keduanya terlibat pertengkaran karena saling berebut hendak mendahului dalam kemacetan di Jalan Tanjung Bunga, Makassar.
Akibat pemukulan itu, kata Kepala Polsekta Tamalate Kompol Syuaib Tunru, Mega mengalami pendarahan di bagian pangkal hidung hingga pendarahan. "Si anggota dewannya juga malah melapor balik korban dalam kasus pemukulan, keterangannya pelaku terlebih dahulu dicakar oleh korban," kata Syuaib.[jat]
sumber:
inilah