
BERITAGOOGLE.COM, Jakarta - Mantan Ketua Umum Partain Demokrat Anas Urbaningrum mendapatkan keuntungan dari pencopotan dua sahabatnya di Demokrat yakni Saan Mustopa dan Gede Pasek Suardikan. Bahkan dari momentum itu Anas bisa balik menyerang Demokrat dan SBY.
"Pencopotan itu juga sebenarnya yang justru menjadi agenda Anas untuk menyerang kepemimpinan SBY dan kroni sehingga polemik Partai Demokrat akan kembali muncul dan menutup agenda konvensi yang mulai masif dan mengalami glorifikasi," ujar Manajer Riset Pol-Tracking, Arya Budi di Jakarta, Sabtu (21/9/2013).
Menurutnya, dalam keputusan sebuah parpol untuk merotasi anggotanya di parlemen adalah wajar. Namun keputusan ini akan mempengaruhi citra parpol itu sendiri dimata publik.
Seperti halnya yang dilkakukan oleh Partai Demokrat yang merotasi beberapa kadernya. Namun momentum Demokrat tidak tepat dalam mengeluarkan keputusan untuk merotasi kadernya.
"Jika momentumnya tepat pasti akan positif, dan sebaliknya. Rotasi sekarang ini momentumnya tidak tepat. Rotasi ini berpotensi akan diputar terus oleh kubu Anas karena sudah dapat insentif persepsi sebagai korban," paparnya.
Arya mengatakan, efek yang paling dirasakan oleh Demokrat akibat rotasi ini adalah pelaksanaan konvensi mereka yang diyakini akan tenggelam dengan isu rotasi anggotanya di DPR. Pasalnya ditengan Demokrat membangun citra positif, namun rotasi ini dianggap sebagai keputusan otoriter yang ditunjukan oleh Partai Demokrat.
"Saat ini Partai Demokrat mempromosikan konvensinya untuk membangun citra partai Demokratis karena klaim bersih santun cerdas sudah sulit dibangun. Nah di tengah pembangunan citra demokratis itu, kebijakan rotasi dan pencopotan loyalis Anas justru menjadi paradoks karena menegasikan citra demokratis," tandasnya.[jat]
sumber:
inilah