
INILAHCOM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin(14/7/), meresmikan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) atau National Brain Center di Jakarta.
Peresmian juga disaksikan Ibu Negara Adi Yudhoyono, Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, Dirut RS PON Mursyid Bustami dan jajaran Kemenkes lainnya.
RS PON yang berdiri di atas lahan seluas 11.955 meter persegi di kawasan MT Haryono Cawang, Jakarta Timur ini digagas sebagai upaya mengatasi dan mengembangkan penelitian di bidang kesehatan otak dan saraf (neurologi). Rumah sakit ini juga akan menjadi satu-satunya rujukan nasional.
"Kita memiliki keperluan membangun pusat otak untuk melengkapi fasilitas pengobatan yang sudah kita miliki sebelumnya, seperti pusat kanker, pusat kesehatan jantung dan lainnya. Saya harap rumah sakit ini betul betul jadi rumah sakit berkualitas dan harus bisa menjadi world class hospital untuk menangani gangguan kesehatan otak dan syaraf," kata Presiden SBY dalam pidatonya.
Presiden juga menekankan agar rumah sakit PON bisa memberikan pelayanan dan pengobatan yang sebaik-baiknya kepada pasien tanpa terkecuali. Termasuk pasien dari keluarga miskin dan kurang mampu.
Salah satu bentuk layanannya, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menjelaskan RS PON mengembangkan penanganan stroke secara komperhensif dan terpadu oleh tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Dimulai dari penanganan pra hospital, hospital seperti unit gawat darurat, unit stroke, sampai perawatan pasca hospital atau home care setelah pasien dipulangkan.
Bangunan RS PON memiliki 11 lantai terdiri dari beberapa kategori ruang rawat inap. Yaitu 2 kamar presiden suite, 18 kamar VVIP, 36 kamar VIP, 36 tempat tidur kelas I, 22 tempat tidur kelas II, serta 275 tempat tidur kelas III sebagai ruang rawat inap bagi pasien peserta PBI program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial bidang Kesehatan.
sumber:
inilah